Pasien Terinfeksi Virus Hanta Meninggal Seusai Sehari Dirawat di Kalbar

By JWM 15 Mei 2026, 08:26:53 WIB Kesehatan
Pasien Terinfeksi Virus Hanta Meninggal Seusai Sehari Dirawat di Kalbar

LEGIO.ID, PONTIANAK - Pasien terinfeksi virus hanta meninggal dunia setelah sehari dirawat di salah satu rumah sakit di Kalbar.


Pasien masuk rumah sakit pada 2 Maret 2026 dan dinyatakan meninggal dunia pada 3 Maret 2026.

Baca Lainnya :


“Pasien datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi umum yang sangat buruk. Sudah terjadi ikterik atau tubuh menguning, mengalami anuri atau tidak ada air kemih, serta demam tinggi yang sudah berlangsung selama empat hari sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson disadur dari Tribun Pontianak, Senin 11 Mei 2026.


Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga merilis perkembangan kasus virus hanta di Indonesia melalui kanal media sosial resminya.


Dalam laporan tersebut, tercatat sebanyak 23 kasus virus hanta telah terkonfirmasi di Indonesia, dan satu kasus berasal dari Kalimantan Barat.


“Iya, ditemukan satu kasus virus Hanta di Kalbar. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi, salah satunya Kalimantan Barat,” ucap Harisson.


Warga diminta menghindari makanan atau barang yang berpotensi terkontaminasi liur, urine, maupun kotoran tikus.


Harisson menerangkan, gejala yang umumnya dialami pasien terinfeksi hantavirus meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, sesak napas, gangguan ginjal, hingga riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan tercemar.


Dalam penanganan medis, tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan riwayat paparan, pengecekan tanda vital, pemeriksaan laboratorium, hingga skrining PCR atau serologi bila tersedia.


Meski sebagian besar virus hanta tidak mudah menular antar manusia, penerapan kewaspadaan tetap dilakukan di fasilitas kesehatan. Pasien dengan gejala berat ditempatkan di ruang isolasi, sementara tenaga medis wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai tingkat risiko.


Selain itu, rumah sakit dan fasilitas kesehatan diwajibkan melaporkan setiap kasus suspek maupun terkonfirmasi kepada dinas kesehatan guna mendukung proses surveilans dan pelacakan sumber paparan lingkungan.


Pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, rutin mencuci tangan, menghindari kontak langsung dengan tikus, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala setelah terpapar lingkungan yang tercemar.


Ia menegaskan, penanganan kasus virus hanta di Kalbar telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari Kementerian Kesehatan dan tata laksana infeksi zoonosis.


Menurut Harisson, penanganan virus hanta berfokus pada deteksi dini, isolasi pasien, terapi suportif, hingga pengendalian lingkungan dan tikus sebagai sumber penularan.


“Penanganan virus hanta berfokus pada deteksi dini, isolasi, terapi suportif, serta pengendalian lingkungan dan tikus sebagai sumber penularan,” ujarnya.



Tanda-Tanda Terkena Virus Hanta

Menurut Sekda Kalbar Harisson, gejala yang umum dialami pasien terinfeksi hantavirus antara lain:


Demam tinggi


Nyeri otot


Sakit kepala


Mual dan muntah


Sesak napas


Gangguan ginjal


Memiliki riwayat kontak dengan tikus, urine, kotoran tikus, atau lingkungan tercemar.


Sumber: Tribun Pontianak 

Foto: Ilustrasi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment